PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

You are here: Home

PKS Lamteng 5 Tahun Tak Ambil THR

Selasa, 31 Agustus 2010
RUWA JURAI
LEGISLATIF: Lima Tahun PKS Tak Ambil Hak THR

GUNUNGSUGIH (Lampost): Sejak lima tahun lalu ikut andil dalam kancah politik dan penentukan kebijakan pembangunan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Lampung Tengah tidak pernah mau menerima tunjangan hari raya (THR).

Bahkan, meskipun rencana THR tahun ini sebesar Rp5 juta per anggota Dewan, PKS mengaku tidak mau tahu. Sejumlah staf di sekretariat DPRD Lamteng mengatakan selama enam tahun ini PKS tidak pernah mengambil jatah THR-nya dari eksekutif.

"Sampai saat ini kami tidak tahu ke mana uang yang tidak diambil itu. Apakah dikembalikan atau tidak," kata seorang staf di sekretariat DPRD Lamtim kemarin (30-8).

Menurut dia, pengiriman THR untuk anggota Dewan itu serentak dengan pejabat dan staf sekretariat Dewan. "Begitu uang dikirim, biasanya staf pendamping ataupun keuangan langsung diminta untuk mendistribusikan dana THR itu," kata dia.

Ketua DPD PKS Lamteng Mufti Salim enggan membenarkan pernyataan staf sekretariat DPRD itu. Menurut dia, ada tiga sikap politik PKS terhadap dana yang dibagikan kepada pejabat publik.

Aman secara yuridis, artinya dana yang diberikan itu ada payung hukumnya; aman secara syariah atau tidak bertentangan dengan ajaran agama; dan aman secara kepatutan, artinya apakah mereka memang layak mendapatkannya. "Sejak awal kami menilai usulan THR ini tidak tepat dan kami selalu menolak dalam pembahasan anggaran," kata dia.

Menurut Mufti Salim, dia bersama sejumlah rekannya anggota PKS masa bakti 1999—2004 lalu tidak tahu-menahu dan tidak mau tahu perihal THR. "Entah ada atau tidak, benar atau salah, kami tidak mau tahu. Namun, sikap kami ini positif," kata dia.

Berdasarkan pengamatan Lampung Post, hingga kini sejumlah anggota DPRD terlihat kasak-kusuk membahas waktu pencairan dan besaran THR tahun ini. "Infonya, THR tahun ini sama seperti tahun lalu, Rp5 juta. Tapi, belum tahu berapa potongan untuk bagi-bagi ke staf dan rekan-rekan. Kalau tahun kemarin, THR Rp5 juta dipotong Rp1 juta untuk staf dan LSM," kata anggota DPRD Lamteng. (DRA/D-3)

Sumber http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010083101581629

Perlu jadi catatan, Ketua DPD PKS Lampung Tengah Ahmad Mufti Salim, yang memberikan keterangan pers tersebut baru dua pekan yang lalu mengikuti pilkada Lamteng sebagai calon wakil bupati. Ia dikenal sebagai pribadi yang santun dan kharismatik walaupun relatif masih muda. Sebagai kandidat, beliau tak punya celah yang bisa jadi sasaran tembak.

Memang banyak variabel yang menyebabkan kalah dan menang dalam pilkada, namun realitasnya ... "bersih" saja memang tak cukup.
 

180 Warga Desa CIkantor Keracunan Mercuri PT.NUP

PESAWARAN--180 warga Desa Cikantor, Pesawaran, Lampung mengalami keracunan setelah mengkonsumsi ikan sungai yang tercemar limbah mercuri tambang emas PT. Napal Umbar Picung (NUP). Warga menuntut ganti rugi atas peristiwa Sabtu siang (7-08) kemarin. Hingga saat ini, warga belum kembali menjalankan aktifitas bertani dan berkebun karena masih lemas.

 

Sabtu (7-08) kemarin, limbah emas PT NUP mengalami kebocoran hingga mencemari air sungai desa Cikantor.Sekitar 4 ton ikan yang sengaja diternak warga mati mendadak. Melihat ikan-ikan mati warga yang tanpa mengetahui penyebabnya langsung berbondong-bondong mengambil ikan tersebut lalu memasaknya. Tak lama kemuian, warga pun mengalami keracunan dengan gejala yang muncul mual-mual, suhu badan panas dan gatal-gatal.

 

Menurut Ketua RT 01/7 Desa Cikantor Udin, diduga limbah mercuri yang mengalir ke sungai warga adalah unsur kesengajaan. "Pihak perusahaan ingin mengambil lagi kadar emas yang terdapat dalam limbah yang mereka endapkan itu," kata Udin. Masih menurut Udin, bocornya limbah emas PT.NUP ini sudah yang ke dua kalinya. Kebocoran pertama terjadi pada September 2009. Saat itu tidak menimbulkan efek pada warga yang sedasyat ini, hanya air sungai saja yang berubah warna. Namun, pembuangan limbah yang ke dua kalinya, mengalami keracunan masal, 3 orang dirawat di Puskesmas setempat dan satu korban lainnya hingga saat ini masih kritis.

 

Sampai hari keempat, pasca peristiwa tersebut, pihak perusahaan masih belum meminta maaf apalagi sampai memberikan bantuan yang menimpa warga setempat. Menurut informasi dari staff keamanan perusahaan setempat, pemilik perusahaan masih dalam proses dimintai keterangan pemerintah provinsi. "Kami belum bersedia memberikan keterangan apapun, karena semua masih dalam proses penelitian," Ujar Dodi Security PT NUP yang ditemui saat wartawan meminta konfirmasi.[Lih]

 

 

   

DPD Menghendaki Pemerataan Pembangunan

BANDAR LAMPUNG--Dewan Perwakilan Daerah Mendorong pemerataan pembangunan dari pemerintah pusat ke daerah-daerah. Hal itu disampaikan Ketua Rombongan Komite III DPD-RI Ahmad Jajuli usai bertemu dengan Gubernur Lampung Sjahroedin ZP beserta jajaran satuan kerja lainnya, di ruang utama Gubernur Lampung, Selasa (25-05).

 

Menurut Ahmad Jajuli, point pertaman, pemerintah Provinsi Lampung menghendaki keadilan dalam pembangunan. "Pembangunan itu kemakmurannya dari daerah, kita tidak menginginkan kejadian Kalimantan Timur berulang pada daerah-daerah lainnya, PAD nya mencapai 330 Triliyun, namun yang sampai pada pemerintah setempat hanya 30 Triliyun. Ini sangat menyakiti hati rakyat," kata Jajuli. Dalam hal ini DPD akan melakukan cek and balances, daerah harus mendapatkan tempat yang terhormat. Kemajuan pemerintah pusat sangat ditentukan dengan kemajuan pemerintah daerah.

 

Berdasarkan paparan Bapeda Provinsi Lampung, termasuk penyumbang tiga terbesar dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Namun hal itu tidak bersinergi dengan jumlah pengangguran angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin yang telah mencapai 22,62 persen dari 7,3 juta jumlah penduduk. Meskipun Lampung penyumbang sektor pertanian, sektor tersebut dikuasai oleh pihak swasta. Sementara penduduk Lampung sendiri hanya berperan sebagai buruh dan masyarakatnya hanya memiliki beberapa petak lahan saja.

 

Lebih lanjut Jajuli mengatakan, selain mendorong pemerintah pusat untuk melakukan pemerataan pembangunan, DPD juga menginginkan, agar peraturan-peraturan pemerintah yang tidak up to date ke daerah.[]

 

   

Stop Pendistribusian Beras Eks dari Bulog Jateng

BANDAR LAMPUNG-- komisi II DPRD Provinsi Lampung merekomendasikan menstop sementara penyaluran 10 ribu ton raskin eks dari Bulog Devisi Regional Jawa Tengah, mengingat kondisi beras di nilai tidak layak konsumsi. Hal itu disampaikan Ketua Komiisi II DPRD Provinsi Lampung Junaidi Auly usai hearing dengan Bulog Divre Lampung, Kamis (20-05).

Berdasarkan hasil pantauan secara langsung Komisi II DPRD Provinsi Lampung terhadap kondisi raskin yang di pasok dari Jawa Tengah kondisinya sangat buruk. secara fisik beras tersebut berwarna kekuning-kunigan, kondisi beras berdebu, sebagian lembab, terdapat hama dan mengeluarkan aroma apek. Selain itu, menir tinggi dan sosoh kurang baik.

 

Beberapa hari lalu, petani Tulang Bawang juga sempat mengeluhkan pada Komisi II, tindakan Bulog Lampung yang tidak membeli beras petani Lampung. Secara Lampung merupakan lumbung padi dan mampu mempersembahkan kwalitas beras yang jauh lebih baik dari pada beras dari Jawa Tengah. Junaidi Mengatakan Bulog juga harus mengakomodir dengan baik beras petani yang tidak memenuhi standar. "Beras tersebut di terima melalui UPGB dan Satgas pengadaan beras dalam negeri," Kata Junaidi Auly.

 

 Dalam hearing tersebut, Komisi II DPRD sempat merekomendasikan pada Bulog untuk mengembalikan eks raskin dari Jawa Tengah tersebut. Namun Bulog keberatan dengan rekomendasi tersebut dan meminta waktu pada komisi II DPRD untuk melakukan mengecekan ulang dan mensortir beras tersebut bersama tim Bulog dari Jawa Tengah yang akan mereka datangkan dalam waktu dekat ini. Atas dasar pertimbangan itu Komisi II DPRD Lampung merubah rekomendasinya yang semula meminta Bulog untuk mengembalikan beras eks dari Jawa Tengah, menjadi rekomendasi menstop penyaluran raskin 10 ribu Ton tersebut.

 

Dapat diinformasikan stok beras 10 ribu Ton tersebut saat ini tersimpan di gundang GBM Soekarno-Hatta dan GBB Sukaraja Bandar Lampung.[]

 

 

 

 

 

   

Page 1 of 11

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Polling

Situs ini masih masa percobaan. Bagaimana menurut anda?
 

Alamat

Jl. Untung Suropati No. 3 Labuhan Ratu, Kedaton - Bandar Lampung  35142 telp. (0721) 773313 | fax. (0721) 709809 | mail: humaspkslpg@gmail.com

Who's Online

We have 2 guests online