PKS Lamteng 5 Tahun Tak Ambil THR
RUWA JURAI
LEGISLATIF: Lima Tahun PKS Tak Ambil Hak THR
GUNUNGSUGIH (Lampost): Sejak lima tahun lalu ikut andil dalam kancah politik dan penentukan kebijakan pembangunan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Lampung Tengah tidak pernah mau menerima tunjangan hari raya (THR).
Bahkan, meskipun rencana THR tahun ini sebesar Rp5 juta per anggota Dewan, PKS mengaku tidak mau tahu. Sejumlah staf di sekretariat DPRD Lamteng mengatakan selama enam tahun ini PKS tidak pernah mengambil jatah THR-nya dari eksekutif.
"Sampai saat ini kami tidak tahu ke mana uang yang tidak diambil itu. Apakah dikembalikan atau tidak," kata seorang staf di sekretariat DPRD Lamtim kemarin (30-8).
Menurut dia, pengiriman THR untuk anggota Dewan itu serentak dengan pejabat dan staf sekretariat Dewan. "Begitu uang dikirim, biasanya staf pendamping ataupun keuangan langsung diminta untuk mendistribusikan dana THR itu," kata dia.
Ketua DPD PKS Lamteng Mufti Salim enggan membenarkan pernyataan staf sekretariat DPRD itu. Menurut dia, ada tiga sikap politik PKS terhadap dana yang dibagikan kepada pejabat publik.
Aman secara yuridis, artinya dana yang diberikan itu ada payung hukumnya; aman secara syariah atau tidak bertentangan dengan ajaran agama; dan aman secara kepatutan, artinya apakah mereka memang layak mendapatkannya. "Sejak awal kami menilai usulan THR ini tidak tepat dan kami selalu menolak dalam pembahasan anggaran," kata dia.
Menurut Mufti Salim, dia bersama sejumlah rekannya anggota PKS masa bakti 1999—2004 lalu tidak tahu-menahu dan tidak mau tahu perihal THR. "Entah ada atau tidak, benar atau salah, kami tidak mau tahu. Namun, sikap kami ini positif," kata dia.
Berdasarkan pengamatan Lampung Post, hingga kini sejumlah anggota DPRD terlihat kasak-kusuk membahas waktu pencairan dan besaran THR tahun ini. "Infonya, THR tahun ini sama seperti tahun lalu, Rp5 juta. Tapi, belum tahu berapa potongan untuk bagi-bagi ke staf dan rekan-rekan. Kalau tahun kemarin, THR Rp5 juta dipotong Rp1 juta untuk staf dan LSM," kata anggota DPRD Lamteng. (DRA/D-3)
Sumber http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010083101581629
Perlu jadi catatan, Ketua DPD PKS Lampung Tengah Ahmad Mufti Salim, yang memberikan keterangan pers tersebut baru dua pekan yang lalu mengikuti pilkada Lamteng sebagai calon wakil bupati. Ia dikenal sebagai pribadi yang santun dan kharismatik walaupun relatif masih muda. Sebagai kandidat, beliau tak punya celah yang bisa jadi sasaran tembak.
Memang banyak variabel yang menyebabkan kalah dan menang dalam pilkada, namun realitasnya ... "bersih" saja memang tak cukup.