PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

You are here: Home

Ingat! Pemilukada Tanggal 30 Juni

Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareast-language:#0400; mso-bidi-language:#0400;}


Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Lampung rawan masalah ketertiban dan keamanan masyarakat (Kantibnas). Hal itu disampaikan Wakil Diretur Intel Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yusril Hakim rapat koordinasi kesiapan menghadapi Pemilukada di 7 kota dan kabupaten se-Lampung, di Balai Keratun, Bandar Lampung, Selasa (18-05) kemarin.

 

Adapun daerah yang berpotensi terjadi masalah adalah Kota Bandar Lampung, mengalami kelebihan dalam mencetak kertas suara. Kemudian di Lampung Selatan Partai Hanura melakukan dukungan ganda. “Secara administrasi masa Hanura memberikan dukungan kepada pasangan Wendy Melfa dan Hantoni Imam. Namun, dukungan tersebut kini dicabut dan beralih pada pasangan Rico Mendoza,” kata Yusril Hakim.

 

Dukungan ganda ini memicu konflik internal partai dan penggalangan masa secara besar-besaran. Demikian pula masalah yang terjadi di Pesawaran. Calon Kepala Daerah Firman Rusli memohon pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk menggantikan calon wakilnya Badarudin Utih kepada Utomo. Namun, pihak KPU tidak mengabulkan karena sudah dilakukan penetapan nomor urut pada pasangan tersebut. “Masalah ini juga berpotensi terjadi aksi protes secara besar-besaran,” tambah Yusril.

 

Di Lampung Timur, salah satu pasangan calon Satono yang juga merupakan incumbent hingga saat ini masih terganjal dengan permasalahan korupsi yang belum jelas status hukumnya.

 

Atas analisa tersebut, Polda Lampung menyiapkan kekuatan 3/2 personil untuk turut mengamankan jalannya pemilukada. Bahkan simulasi huru-hara pun, telah dilakukan dalam mengantisipasi kerawanan konflik menjelang dan pasca Pemilukada.

 

Sementara Ketua KPU Provinsi Lampung Edwin Hanibal mengatakan 6 kota dan kabupaten serentak pelaksanaan pemilukada pada tanggal 30 Juni mendatang. Adapun 6 kota dan kabupaten tersebut adalah Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, Lampung Timur, Way Kanan, Pesawaran. Sementara Lampung Tengah pelaksanaan Pemilukada akan dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2010.

 

Dihimbaukan pada seluruh masyarakat, untuk menjaga ketertiban dan keamanan pada masa-masa pelaksanaan Pemilukada. Dan terpenting dari semua itu, masyarakat harus pandai menentukan pilihannya. Karena, nasib 5 tahun ke depan suatu daerah ada pada masyarakat.[Amah Milla]

 

 

 

 

Lukman Hakim: Pribadi Santun dan Bertaqwa

Bakat kepemimpinan dalam diri seseorang ada yang pembawaannya dari kecil dan ada pula yang memang terasah melalui perjalanan panjang kehidupan seseorang.

 

Lukman Hakim misalnya, sedari kecil jiwa kepemimpinan sudah melekat pada dirinya. Lukman kecil, biasa bertanggung jawab dengan tugas rumah dari mencuci pakaian, masak sampai membantu orang tua menjual kelapa ke pasar untuk kebutuhan hidup. Lukman merupakan putra pertama dari 11 bersaudara. Mengemong dan mengasuh adik-adiknya sewaktu kecil adalah tugas yang kerap ia emban. Namun demikian, menurut ibunda Lukman, Lukman kecil selalu menjalankan tugas-tugas rumah dengan senang hati tak sedikitpun ada bantahan sekali pun ia sangat lelah.

 

Hormat dan patuh kepada orang tua tetap melekat pada diri Lukman dan keluarga. Mencium tangan dan meminta restu kemanapun dan dari manapun ia pergi membudaya dalam kehidupannya. Baginya, berkah dan restu orang tua akan menghantarkan kesuksesan dunia dan akhirat. Demikian halnya, ketika ia hendak kembali mencalonkan diri sebagai Walikota Kota Metro yang ke dua kalinya. “Ibu bilang, asalkan niatmu mulia ingin memberikan yang terbaik bagi orang lain, maka ibu merestuinya,” begitu Lukman mengisahkan saat ia meminta restu pada sang ibu.

 

Berangkat dari restu ibu, keluarga dan elemen masyarakat Kota Metro, Lukman kembali maju dalam bursa pencalonan kepala daerah. Kali ini ia berpasangan dengan Saleh Chandra.

 

Sebagai informasi saja, selama masa kepemimpinannya Kota Metro kerap mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Dari kota terbersih, kota pendidikan (Metro masuk kategori mendominasi prestasi Ujian Nasional tingkat SLTA pada tahun 2010), kota ramah pelayanan kesehatan, kota tertib dan kota paling terendah angka kematian lansia.

 

Prestasi ini diraih dengan kerjasama antar pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Di baik keberhasilan itu, ada sosok pemimpin piawai dalam memerankan fungsi-fungsi leadernya. Menurut pengakuan lelaki kelahiran tanah Metro, pada 23 Juli 1952 silam ini, dirinya kerap memberi motivasi dan pujian pada bawahannya dalam mengemban amanah. “Saya berfikir, tidak perlu begitu mengintervensi bawahan. Bebas salam mengembangkan ide mengembangkan Kota Metro namun tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan, begitulah cara saya meminpin,” tutur Lukman Hakim.

 

Selain menjadi pemimpin di pemerintahan, Lukman juga seorang ulama yang kerap memakmurkan masjid. Hampir solat 5 waktunya ia kerjakan di masjid, bahkan Lukman juga masuk daftar khatib yang mengisi ceramah-ceramah Jumat di masjid Taqwa Metro. “Masjidlah tempat saya bertemu santai dan menyerap masukan dari masyarakat,” aku Lukman.

 

Demikian pula dengan waktu subuh. Baginya, waktu subuh adalah waktu terpanjang untuknya bercengkrama dengan masyarakat. “Saya bilang sama orang-orang, kalau kalian ingin ngobrol panjang dan santai sama saya, waktu subuh adalah waktu yang tepat. Selebihnya, saya sudah bertaburan kemana-mana,” ungkapnya sambil tertawa.[Amah Salwa]         

   

Kader Harus Merubah Cara Pandang


“Allah telah menjanjikan orang-orang diantaNorra kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah keadaan mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Tetapi barang siapa tetap kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (An-Nur:55)

 

Berangkat dari keyakinan ayat inilah Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mempersiapkan diri menjadi kader Negara dan kader pembangunan. Karena Allah telah menjanjikan kemengangan pada orang-orang beriman untuk memimpin negeri ini. Kemenangan itu bisa diraih dengan wasilah apapun, termasuk melalui pemilihan kepala daerah yang saat ini ada di depan mata.

 

Humas Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Lampung sekaligus SC kemenanga Pemilukada di tujuh kota dan kabupaten se-Lampung Ade Utami Ibnu menjelaskan, wajib bagi kader PKS untuk menjemput kemenangan itu. Oleh karenanya,  yang harus dilakukan kader adalah mulai saat ini merubah mainset dan mentalitas. 

“Yang tadinya adalah Rijaul Dawah atau bergerak hanya ditataran dawah.maka pada fase ini kita harus menjiwai bahwa kita adalah kader pembangunan. Kitalah yang harus membangun bangsa dan daerah ini,” kata Ade Utami Ibnu.

 

Mental Rijalu Daulah harus menjelma di seluruh kader. Mental pembangunan harus muncul dan mengakar kuat di semua aktivis PKS.

 

Mengapa mental ini yang harus disiapkan? Karena begitu pilkada dan kemengan berada di tangan kader PKS, sebetulnya tantangannya tidaklah sedikit. Semakin besar dan kompleks. Serta membutuhkan penangan yang serius.

 

“Belum tentu saat kita memimpin semua pihak bisa bekerja sama dengan kita secara baik. Dan belum tentu pula orang lain akan senang saat kita memimpin. Badai dan gelombang kuat, pastilah akan mengonjang-ganjing. Belum lagi tantangan fragmatis dari heterogen masyarakat.” tutur Ade dengan penuh semangat.

 

Lebih lanjut Mantan aktivis kampus ini mengatakan, permasalahan setelah PKS menang pasti akan lebih lebih ketimbang berada pada posis kalah. Dan PKS telah menyiapkan kemenangan itu. Oleh karenanya, kader harus menyiapkan diri. Tantangan itu hanya mampu dihadapi jika mental yang merasuk dalam setiap diri kader PKS adalah mental Rijalun Dawah dan Rijalu Daulah.

 

Menjadi kader dawah dan kader pembangunan harus menyiapkan empat hal. Pertama siapkan dri dan lapangkan jiwa. ”Para kader harus menyiapkan diri terhadap semua resiko yang akan kita tanggung saat PKS memerintah. Kita juga harus lapang jiwa terhadap masukan dan kritikan,” terang Ade.

 

Kedua, para kader harus mengasah kemampuan dan membangun komikasi efektif kepada masyarakat. Banyak hal yang belum di mengerti oleh masyarakt tentang PKS dan sepak terjangnya. “Karena komunikasi kita yang belum intens. Oleh karenanya wajib bagi kader pks untuk meningkatkan kualitas komunikasi dgn masyarakat. Kita tidak berada di pojok-pojok masjid dan perkantoran,” lanjut Ayah Sahla.

 

Ketiga, pahami Islam, Jamaah dan Kekiniaan. Bahwa islam itu adalah agama yang sempurna tidak terpisahkan antara yang satu dengan lainnya. Kader harus memahami antara politik dan jamaah. Kekiniaan, harus memahami realitas kehidupan dilingkungan yang dihadapi sekarang.

 

Dan terakhir, menjaga kondisi spiritual dengan Allah SWT. Itu yang harus ditingkatkan terus. Terpenting, melakukan semua ini hanya karena Allah bukan karena yang lainnya.

 

Untuk menjembatani semua itu maka sluruh kader diminta untuk mendengar. Dengan PKS mendengar maka PKS akan menemukan esensinya. “Pembangunan itu tidak boleh berjarak dengan masyarakat. Masyarakat juga harus melakukan pembangunan,” ungkapnya. Kalau ini yang terjadi maka Negara yang Baldatun Toyibun Warobun Gofur akan terwujud.

 

Sementara, program PKS mendengar kini sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Setiap kader mendapat tugas menyambangi rumah-rumah dan melakukan aktivitas mendengarnya. Masing-masing kader mengemban 75 orang. “Tidak boleh ada satu rumah pun terlewatkan dari program ini,” pungkas Ade.[Amah Asfi]

 

   

Partisipasi Warga dalam Memilih Masih Rendah

Pertengahan hingga akhir tahun 2010, masa jabatan kepala daerah di tujuh kota dan kabupaten se-Lampung berakhir. Pemilihan kembali dilakukan. Dan, masyarakatlah yang paling menentukan siapa kelak yang akan menggantikan dan meneruskan kepemimpinan sebuah pemerintahan. Tentunya pemimpin yang amanah adalah dambaan semua. Ditangannyalah, pembangunan akan terlaksana secara adil dan merata.

 

Pemerintahan yang adil dan merata tentunya menuntut semua peran masyarakat dalam memilih. Oleh karenanya masyarakat harus pandai menentukan pilihannya. Dan yang terpenting, masing-masing pribadi harus pro aktif mendaftarkan diri pada badan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) di tiap-tiap kelurahan.

 

Berdasarkan analisa data yang didapat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung, jumlah data pemilih tetap (DPT) lebih rendah dari jumlah penduduk. Ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam menentukan perubahan pemerintahan yang lebih baik, masih terbilang kurang.

 

No

Kab/kota

Jumlah penduduk

DPT

1.

Bandar Lampung

908.064

627.954

2.

Metro

151.284

102.331

3.

Lampung Selatan

896.926

648.691

4.

Lampung Timur

968.824

711.370

5.

Way Kanan

440.877

295.860

6.

Pesawaran

427.789

289.888

7.

Lampung Tengah

1.272.419

Masih proses

                Total                                       5.066.183                        2.676.094

 

Kalau diamati angka di atas, dari jumlah penduduk yang akan menggelar pemilih baru 50 persen warga di enam kota dan kabupaten se-Lampung memiliki kesadaran tinggi dalam menentukan sebuah perubahan. Sementara berdasarkan pengalaman pemilihan yang sudah-sudah, jumlah DPT akan lebih  kecil lagi dari warga yang betul-betul menyalurkan hak suaranya.

 

Kepala Bagian Humas KPU Provinsi Lampung Lutfi Siasa mengatakan, pemutahiran DPT sudah selesai pada Bulan Maret lalu, kecuali Kabupaten Lampung Tengah. Sementara, pada awal Mei seluruh pasangan calon sudah memasuki masa kampanye. “Masa kampanye akan terlaksana selama 14 hari ke depan. Kita berharap, melalui pemaparan visi-misi pasangan calon, akan menambah wawasan pemilih dan menentukan pilihannya dengan benar,” kata Lutfi Siasa saat ditemui di ruang kerjanya.

 

Lutfi menambahkan, bagi warga yang belum tercantum dalam DPT, bisa langsung melapor pada pihak-pihak penyelenggara pemilu terdekat. “Sampai pada H-1 juga penyelenggara akan tetap menampung warga yang hendak memilih,” ujar dia. Dan kalau warga tidak memiliki surat undangan pemilihan, maka warga bisa membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jadi tidak ada alas an bagi warga untuk tidak menggunakan hak suaranya.[Amah Shihab]

   

Page 2 of 11

Polling

Situs ini masih masa percobaan. Bagaimana menurut anda?
 

Alamat

Jl. Untung Suropati No. 3 Labuhan Ratu, Kedaton - Bandar Lampung  35142 telp. (0721) 773313 | fax. (0721) 709809 | mail: humaspkslpg@gmail.com

Who's Online

We have 2 guests online