::Beranda Keadilan:: Jumat, 15 Januari, siang sekitar pukul 14.15 Wib,
jika pembaca mendangak ke langit, mungkin akan melihat secara langsung proses pembentukan gerhana matahari. Hari itu, sekitar 200-an warga Bandar Lampung melaksanakan sholat sunnah gerhana matahari 2 rekaat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, di Masjid, Kompleks Pondok Pesantren Darul Fattah, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.
Berdasarkan pantauan Beranda Keadilan dan sejumlah rekan pers lainnya, dari sekian masjid besar yang terletak diperkotaan, tidak ada satu masjid pun yang menggelar ritual ini.
Menurut mitos yang berkembang dikalangan masyarakat, terjadinya gerhana matahari karena ada makhluk raksasa yang hendak memakan matahari, dengan adanya mitos ini beberapa masyarakat meyakini dengan memukul kentongan maka raksasa tersebut tidak jadi menelan matahari atau bulan tersebut.
Padahal secara ilmiyah dapat dibuktikan bahwa gerhana matahari terjadi karena proses bulan terletak antara bumi dan matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.
Gerhana yang terjadi pada Jumat 15 Januari lalu merupakan gerhana cincin. Gerhana ini terjadi apabila piringan bulan hanya menutup dari piringan matahari. Nah, gerhana matahari biasanya berlangsung tidak lebih dari 7 menit 40 detik.
Imam pelaksanaan sholat gerhana di Masjid Darul Fattah Ust. Hamdal Zakaria mengatakan, fenomena gerhana matahari merupakan bentuk kekuasaan Allah dan nabi mencontohkan kepada umatnya untuk berdzikir, berdo’a, beristigfar, sedekah dan melakukan amal solih lainnya.[Amah Wildan]
Joomla! License

